East Java Province Pledges Support for Safe Motherhood with WRA Indonesia
Indonesia’s Ministry of Health and Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) debuted the Healthy and Clean Life Behavior in the Household and Safe Motherhood program on Monday, June 18th, 2012 in the District of Tulungagung, East Java Province. In conjunction with this, APPI’S East Java Chapter and District of Tulungagung Chapter paid a visit to the present Tulungagung Regent, Mr. Ir. Heru Tjahjono, MM.
WRA Indonesia placed great urgency on the Regent of Tulungagung to create regulations concerning this matter, especially for the issues of Safe Motherhood (KIBBLA/ Keselamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir), and to enforce these regulations in the Tulungagung community. Advancement of this matter is expected to not be limited to only sub-districts, but to essentially expand to all 170 villages where an unfortunate rise in maternal mortality occurred back in 2009.
Mr. Ir. Heru Tjahjono MM replied that establishing a decree on these issues would be done easily; however, its implementation amongst the villages would be the challenge. Thus, APPI will remain involved to oversee and support the next steps to ensure that the safe motherhood activities are being deployed efficiently within the villages.
Dr. Sunitri Widodo, APPI Chairperson, shared with Mr. Ir. Heru Tjahjono, MM, that Malang District in the East Java province has successfully executed the Sutera Emas program which is a community-based integrated surveillance of epidemiology with a safe motherhood component. This is a daily reporting system of disease census (SHP) that utilizes the short message service (SMS) connected to the Puskesma (government-run community health centers) computers which have been installed with SMS gateway software. The efforts of this One Neighborhood, One Cadre principle have been successfully implemented throughout each village, assisting health workers and establishing a sense of familiarity with the Sutera Emas program amongst the Malang citizens. Thus, prosperous cooperation between the Center of Health Promotion, Ministry of Health and APPI has granted APPI the special privilege of initiating the development of the Sutera Emas within Tulungagung district.

The Regent of Tulungagung District with his wife and APPI delegations

Regent of Tulungagung, APPI Chairperson Ibu dr.Sunitri Widodo and APPI 3rd Vice Chairperson Ibu Dra. Giwo Rubianto, M.Pd in discussion
In addition, APPI East Java Chairman, Dr. Andriansyah Arifin, MPH stated that APPI Tulungagung District will form a Youth White Ribbon Alliance Indonesia (RAPPI) Chapter. This will consist of a generation that should be dedicated to safe motherhood improvements with plans of achieving both MDGs 4 & 5.
BUPATI TULUNGAGUNG (PROPINSI JAWA TIMUR)
MENDUKUNG KEGIATAN APPI
Oleh: Ir. Dina Sintadewi Landini
Setelah acara Pembukaan dan Panel I kegiatan Orientasi Fasilitasi dan Penyegaran Pembinaan PHBS-KIBBLA di Kabupaten Tulungagung, pada hari Senin 18 Juni 2012, APPI Pusat, APPI Propinsi Jawa Timur dan APPI Kabupaten Tulungagung menghadap Bapak Bupati Tulungagung, Bapak Ir. Heru Tjahjono, MM. APPI melaporkan tentang kegiatan penyuluhan PHBS-KIBBLA yang telah dilaksanakan pada tahun 2011, atas kerjasama dengan Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta kegiatan yang sudah mulai dilaksanakan pada tahun 2012, yang merupakan kontrak kerja yang baru.
Khusus untuk isu KIBBLA (Keselamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir), APPI meminta Bupati Tulungagung untuk menjadikan peraturan dan diaplikasikan di masyarakat Kabupaten Tulungagung. Diharapkan dapat menjangkau bukan hanya di Kecamatan, tapi ke seluruh desa yang berjumlah 170 desa, dimana angka kematian ibu di Kabupaten Tulungagung sempat naik di tahun 2009.
Menurut Bupati Ir. Heru Tjahjono, MM, membuat Surat Keputusan sangatlah mudah, namun yang terpenting adalah pengaplikasian di desa-desa yang membutuhkan pengawasan dari APPI Pusat. APPI diharapkan untuk memeriksa apakah kegiatan penyuluhan KIBBLA benar-benar telah dijalankan di desa-desa.
Ketua Umum APPI dr. Sunitri Widodo mengatakan, bahwa Kabupaten Malang telah berhasil melaksanakan program Sutera Emas (Survailens Terpadu Epidemiologi Berbasis Masyarakat), yaitu kegiatan berupa proses pelaporan penyakit dengan sistem Sensus Harian Penyakit (SHP) dengan memanfaatkan layanan pesan pendek (SMS) yang terhubung dengan computer di setiap Puskesma yang sudah dipasang perangkat lunak SMS Gateway. Dengan prinsip kerja “Satu RT, Satu Kader”, terlebih dibantu dengan seluruh tenaga kesehatan yang tersebar merata di setiap desa, Sutera Emas kini sudah akrab ditengah-tengah warga Kabupaten Malang. Dengan adanya kerjasama dengan Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan, APPI telah diberikan kesempatan khusus, untuk memulai sosialisasi pembentukan program Sutera Emas di Kabupaten Tulungagung.
Selain itu pula Ketua APPI Propinsi Jawa Timur, dr. Andriansyah Arifin, MPH menuturkan, bahwa APPI Kabupaten Tulungagung akan membentuk Remaja Aliansi Pita Putih Indonesia, dimana remaja adalah merupakan generasi penerus bangsa, yang diharapkan peduli terhadap isu KIBBLA dan harus ikut membantu pencapaian Millenium Development Goals ke 4 dan 5.
Bupati Tulungagung sangat mendukung semua kegiatan APPI, apalagi APPI telah memilih Kabupaten Tulungagung dalam menjalankan kegiatan promosi kesehatan sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat.




